Bone — Program Studi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren
Al-Junaidiyah Biru, Kabupaten Kabupaten
Bone, pada 1–2 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat
pemahaman santri terhadap ilmu falak sebagai salah satu disiplin penting dalam
praktik ibadah umat Islam. 02/02/2026.
Pengabdian tersebut
didampingi langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Falak, Dr. Muh. Rasywan
Syarif, bersama dosen Ilmu Falak, Nurul Wakiah. Selama dua hari, tim memberikan
materi dan pelatihan terkait penentuan arah kiblat, perhitungan awal waktu
salat, serta pengenalan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan
Hijriah.
Dalam sambutannya,
perwakilan Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Anregurutta Fathur Rahman,
menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai
kehadiran akademisi dari UIN Alauddin Makassar memberikan kontribusi positif
bagi penguatan wawasan keilmuan santri.
“Kami sangat
berterima kasih atas kehadiran Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar. Kegiatan
ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para santri tentang
pentingnya ilmu falak dalam kehidupan beragama, khususnya dalam penentuan waktu
ibadah dan arah kiblat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr.
Muh. Rasywan Syarif dalam pemaparannya menegaskan bahwa ilmu falak memiliki
peran strategis dalam mendukung ketepatan pelaksanaan ibadah. Menurutnya, ilmu
falak tidak hanya berbicara tentang pergerakan benda langit, tetapi juga
menjadi dasar ilmiah dalam penentuan waktu salat, arah kiblat, serta awal bulan
Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
“Ilmu falak adalah
integrasi antara sains dan syariat. Dengan pendekatan ilmiah, umat Islam dapat
menjalankan ibadah secara lebih akurat dan terukur. Karena itu, penting bagi
santri untuk memahami dasar-dasar ilmu falak sebagai bekal keilmuan di masa
depan,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi prakBone — Program Studi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Kabupaten Kabupaten Bone, pada 1–2 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman santri terhadap ilmu falak sebagai salah satu disiplin penting dalam praktik ibadah umat Islam. 02/02/2026.
Pengabdian tersebut
didampingi langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Falak, Dr. Muh. Rasywan
Syarif, bersama dosen Ilmu Falak, Nurul Wakiah. Selama dua hari, tim memberikan
materi dan pelatihan terkait penentuan arah kiblat, perhitungan awal waktu
salat, serta pengenalan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan
Hijriah.
Dalam sambutannya,
perwakilan Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Anregurutta Fathur Rahman,
menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai
kehadiran akademisi dari UIN Alauddin Makassar memberikan kontribusi positif
bagi penguatan wawasan keilmuan santri.
“Kami sangat
berterima kasih atas kehadiran Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar. Kegiatan
ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para santri tentang
pentingnya ilmu falak dalam kehidupan beragama, khususnya dalam penentuan waktu
ibadah dan arah kiblat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr.
Muh. Rasywan Syarif dalam pemaparannya menegaskan bahwa ilmu falak memiliki
peran strategis dalam mendukung ketepatan pelaksanaan ibadah. Menurutnya, ilmu
falak tidak hanya berbicara tentang pergerakan benda langit, tetapi juga
menjadi dasar ilmiah dalam penentuan waktu salat, arah kiblat, serta awal bulan
Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
“Ilmu falak adalah
integrasi antara sains dan syariat. Dengan pendekatan ilmiah, umat Islam dapat
menjalankan ibadah secara lebih akurat dan terukur. Karena itu, penting bagi
santri untuk memahami dasar-dasar ilmu falak sebagai bekal keilmuan di masa
depan,” jelasnya.
Kegiatan
berlangsung interaktif dengan sesi praktik lapangan dan diskusi. Para santri
tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, terutama saat praktik
pengukuran arah kiblat dan simulasi perhitungan awal bulan Hijriah.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin
Makassar berharap terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan
pesantren dalam mengembangkan literasi falak serta memperkuat tradisi keilmuan
Islam berbasis sains di Kabupaten Bone.
tik lapangan dan diskusi. Para santri
tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, terutama saat praktik
pengukuran arah kiblat dan simulasi perhitungan awal bulan Hijriah.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin
Makassar berharap terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan
pesantren dalam mengembangkan literasi falak serta memperkuat tradisi keilmuan
Islam berbasis sains di Kabupaten Bone.