Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Tingkatkan Literasi Santri, Prodi Ilmu Falak Gelar Pengabdian Masyarakat dan Edukasi Rashdul Kiblat di Ponpes DDI Lerang-Lerang Pinrang

Tingkatkan Literasi Santri, Prodi Ilmu Falak Gelar Pengabdian Masyarakat dan Edukasi Rashdul Kiblat di Ponpes DDI Lerang-Lerang Pinrang

Pinrang — Program Studi (Prodi) Ilmu Falak menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Ittihadul Usrati Wal Jamaah (IUJ) DDI Lerang-Lerang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan literasi ilmu falak melalui pemanfaatan fenomena Rashdul Kiblat Tahunan dalam penentuan arah kiblat,16/7/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Prodi Ilmu Falak, Dr. Muh Rasywan Syarif, Sekretaris Prodi Dr. Cand. Adriana Mustafa, serta Dosen Ilmu Falak Dr. Cand. Nurul Wakia. Turut mendampingi dalam kegiatan ini para Asisten Laboran Falak dan Alumni Prodi Ilmu Falak yang membimbing langsung jalannya simulasi di lapangan.

Kedatangan rombongan akademisi disambut hangat oleh perwakilan Pondok Pesantren IUJ DDI Lerang-Lerang, Ust. Darwis Dacong, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Kaprodi Ilmu Falak Dr. Muh Rasywan Syarif menyampaikan bahwa pemahaman mengenai penentuan arah kiblat merupakan bagian penting dari integrasi sains dan ibadah umat Islam. Melalui fenomena Rashdul Kiblat—yaitu kondisi ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah—masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat secara presisi dan mudah hanya dengan mengamati bayangan benda tegak.

"Edukasi ini penting agar masyarakat, khususnya lingkungan pesantren, memiliki pemahaman praktis dan ilmiah dalam menentukan arah kiblat, bukan sekadar mengandalkan perkiraan," ujar Dr. Muh Rasywan Syarif.

Sementara itu, Ust. Darwis Dacong menyambut positif inisiatif PkM ini. Menurutnya, materi yang dibawakan memberikan wawasan baru dan pengalaman langsung bagi para santri serta pengelola pesantren.

Selama acara berlangsung, para peserta tidak hanya menerima pemaparan teori dasar Ilmu Falak, tetapi juga diajak melakukan simulasi pengukuran arah kiblat menggunakan instrumen sederhana berbasis bayang-bayang matahari.