Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Menjembatani Kalender Global dan Pemahaman Publik: Catatan dari Kiprah Dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar di Ajang Halaqah KHGT Universitas Ahmad Dahlah Yogyakarta

Menjembatani Kalender Global dan Pemahaman Publik: Catatan dari Kiprah Dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar di Ajang Halaqah KHGT Universitas Ahmad Dahlah Yogyakarta

Yogyakarta – Gagasan mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) seringkali berbenturan dengan kesiapan psikologis dan pemahaman sosiologis masyarakat. Isu krusial inilah yang dibawa oleh delegasi dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar saat menghadiri Halaqah KHGT Nasional di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kamis (14/5/2026).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., tampil sebagai narasumber utama dan menyampaikan berbagai gagasan penting terkait pengembangan Kalender Hijriyah Global Tunggal untuk peradaban Islam.

Kegiatan ini, juga diikuti oleh sekitar 70 peserta dari berbagai simpul wilayah Indonesia—dari Medan hingga Yogyakarta—forum ini menjadi saksi bedah akademis yang tajam oleh tim peneliti Makassar.

Melalui judul "Dekonstruksi Parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam Menghadapi Distorsi dan Resistensi Pemahaman Publik di Indonesia", Tim Prodi Falak yang terdiri dari Hikmatul Adhiyah Syam, M.H., Dr. Rasywan Syarif, dan Dr. Alimuddin menawarkan pisau analisis dekonstruktif. Mereka berargumen bahwa keberhasilan kalender global tidak hanya bertumpu pada akurasi hisab dan astronomi, melainkan pada keberhasilan kita meruntuhkan dinding resistensi informasi di tengah publik.

Dalam pemaparannya, tim presenter menggarisbawahi pentingnya melakukan dekonstruksi terhadap parameter KHGT. Langkah ini dinilai krusial untuk menjembatani celah komunikasi ilmiah dan meredam resistensi serta distorsi informasi yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia terkait pemberlakuan kalender global tunggal.

Halaqah ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi konkret, baik secara astronomis (ilmu falak) maupun pendekatan sosiologis, guna mematangkan kesiapan umat Islam di Indonesia dalam menyongsong unifikasi kalender global yang harmonis.