Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FSH UIN Alauddin Makassar Hadir dalam Studium General IAIN Sorong, Dorong Transformasi Pendidikan “Dari Papua untuk Dunia”

FSH UIN Alauddin Makassar Hadir dalam Studium General IAIN Sorong, Dorong Transformasi Pendidikan “Dari Papua untuk Dunia”


Sorong, 18 September 2026 — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar turut berkontribusi dalam kegiatan Studium General IAIN Sorong yang mengusung tema “Dari Papua untuk Dunia: Transformasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Menuju Generasi Unggul, Moderat, dan Berwawasan Global.”

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, di Gedung Aula IAIN Sorong tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik bagi mahasiswa baru. Studium General diikuti oleh 270 mahasiswa baru dan 20 mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian PBAK dan Studium General.

FSH UIN Alauddin Makassar berpartisipasi melalui kehadiran dua akademisi sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., Guru Besar UIN Alauddin Makassar, dan Dr. Rahman Syamsuddin, S.H., M.H., Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Perkuat Wawasan Mahasiswa melalui Perspektif Keislaman dan Hukum

Kehadiran akademisi FSH UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan, nilai-nilai keislaman, transformasi teknologi, serta tantangan generasi muda di tengah perubahan global.

Rektor IAIN Sorong, Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap pengetahuan.

Perkembangan teknologi, menurutnya, telah memperkecil batas ruang dan jarak dalam memperoleh informasi. Karena itu, mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan masyarakat dan dunia.

Prof. Abd. Rauf Bahas Maqasid Syariah dalam Menjawab Persoalan Kontemporer

Dalam sesi pertama, Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., menyampaikan materi mengenai pentingnya maqasid syariah dalam kehidupan kontemporer.

Maqasid syariah dipaparkan sebagai salah satu pendekatan penting dalam memahami berbagai persoalan kehidupan secara lebih mendalam. Pendekatan ini memungkinkan nilai-nilai keislaman untuk terus berdialog dengan perubahan sosial dan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam konteks pendidikan mahasiswa, pemahaman maqasid syariah diharapkan dapat membangun cara pandang yang kontekstual, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta tetap berlandaskan prinsip-prinsip keislaman.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami persoalan secara tekstual, tetapi juga mampu melihat konteks, tujuan, dan kemaslahatan yang lebih luas.

Dr. Rahman Syamsuddin Dorong Transformasi Pendidikan di Era AI

Sementara itu, Dr. Rahman Syamsuddin, S.H., M.H., menyampaikan materi yang berkaitan dengan tema besar “Dari Papua untuk Dunia”, dengan menyoroti pentingnya transformasi pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Dalam pemaparannya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu bagian penting dari perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi mahasiswa saat ini. Karena itu, pendidikan perlu terus beradaptasi agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara tepat, produktif, dan bertanggung jawab.

Transformasi pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, menghasilkan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Pendidikan, dalam perspektif tersebut, menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka ruang perubahan dan memperluas kesempatan generasi muda Papua untuk berkontribusi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.

Dari Papua untuk Dunia

Tema “Dari Papua untuk Dunia” menjadi pesan penting dalam kegiatan Studium General tersebut. Mahasiswa IAIN Sorong didorong untuk menjadikan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas sekaligus sumber inspirasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Kearifan lokal dan wawasan global tidak ditempatkan sebagai dua hal yang bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat dipadukan melalui pendidikan yang mampu mengembangkan potensi daerah sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia.

Bagi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, perspektif tersebut sejalan dengan semangat pengembangan pendidikan hukum dan syariah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan membaca perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat.

Perkuat Kolaborasi Akademik Antarperguruan Tinggi Islam

Keterlibatan akademisi FSH UIN Alauddin Makassar dalam Studium General IAIN Sorong sekaligus menjadi bagian dari penguatan jejaring dan kolaborasi akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dalam pengembangan wawasan mahasiswa dan pertukaran gagasan akademik.

Forum tersebut memperlihatkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki ruang yang luas untuk saling berbagi pengalaman dan perspektif dalam menghadapi transformasi pendidikan, perkembangan teknologi, moderasi beragama, serta tantangan global.

Melalui kegiatan seperti ini, FSH UIN Alauddin Makassar terus mendorong keterlibatan dosen dalam forum akademik nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jejaring kelembagaan.

Membangun Generasi Unggul, Moderat, dan Berwawasan Global

Studium General IAIN Sorong ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru dalam membangun cara berpikir sebagai bagian dari masyarakat akademik: terbuka terhadap perubahan, tetap berpijak pada nilai dan kearifan lokal, memiliki wawasan keislaman, serta mampu melihat persoalan secara lebih luas.

Bagi FSH UIN Alauddin Makassar, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun tradisi akademik, kolaborasi kelembagaan, dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Dari Papua untuk Dunia bukan sekadar tema, tetapi menjadi semangat bahwa ilmu pengetahuan, gagasan, dan potensi yang tumbuh dari Papua memiliki ruang untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi Indonesia serta dunia.