GOWA – Jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, Lingkup UIN Alauddin Makassar, Fakultas Syariah Hukum, dan Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Siyasah Syar'iyyah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Upacara Kampus 2 Samata, Gowa, Rabu (28/10/2026).
Upacara lingkup universitas ini berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., selaku Pembina Upacara. Hadir di barisan jajaran pimpinan prodi, Ketua Prodi HTN Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI., bersama Sekretaris Prodi Dr. Hisbullah, SH., MH.
Dalam amanatnya yang membacakan sambutan resmi Menpora bertajuk "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia", Pembina Upacara menekankan pentingnya tiga pilar karakter pemuda di era disrupsi. Pemuda masa kini dituntut tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman serta kepekaan sosial (empati) yang tinggi terhadap kondisi masyarakat sekitar.
Ditemui usai pelaksanaan upacara, Ketua Prodi HTN Siyasah Syar'iyyah, Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI., menyampaikan bahwa esensi Sumpah Pemuda memiliki korelasi mendalam dengan core keilmuan Hukum Tata Negara Islam. Menurutnya, pemuda mahasiswa HTN harus mampu membumikan nilai-nilai kebangsaan lewat koridor hukum.
"Semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda adalah modal utama tata kelola negara. Dalam perspektif Siyasah Syar'iyyah, kebijakan pemerintahan harus bermuara pada kemaslahatan publik (al-maslahah al-ammah). Nilai patriotik dan empati yang digaungkan tahun ini adalah refleksi nyata bagaimana hukum tata negara harus ditegakkan demi keadilan masyarakat," ujar Dr. Andi Muhammad Akmal.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Prodi HTN, Dr. Hisbullah, SH., MH., menambahkan bahwa momen ini menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai calon negarawan dan perancang hukum masa depan. Beliau berharap mahasiswa HTN UINAM tidak sekadar menjadi menara gading akademik, tetapi aktif menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Upacara peringatan ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia, sekaligus meneguhkan komitmen civitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam mencetak generasi muda Islam yang moderat, unggul, dan berjiwa nasionalis.#AMA