Gowa, 10 Maret 2026 – Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN
Alauddin Makassar Prof. Dr. Hj. Rahmatiah HL, M. Pd secara resmi membuka
kegiatan mahasiswa yang diselenggarakan oleh DEMA Fakultas Syariah dan Hukum .
Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa sebagai bagian dari upaya penguatan
kapasitas kepemimpinan dan pengembangan karakter mahasiswa.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III menyampaikan pesan reflektif kepada para
mahasiswa mengenai pentingnya membangun sikap kepemimpinan yang berorientasi
pada kontribusi, bukan sekadar mencari kesalahan. Ia mengawali sambutannya
dengan mengajak mahasiswa untuk merenungkan kebiasaan yang sering terjadi dalam
organisasi, yaitu mudah mengkritik dari luar tanpa memberikan solusi nyata.
“Seringkali dari kursi penonton kita sangat mudah mengomentari pemain di
lapangan, menilai keputusan mereka, bahkan mencari kesalahannya. Begitu pula
dalam organisasi, kita sering kali lebih tajam melihat kekurangan orang lain
daripada memperbaiki diri sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan menghitung kesalahan orang lain tidak akan pernah
menambah kualitas diri. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan diri sejak
sekarang karena suatu saat mereka akan berada pada posisi kepemimpinan di masa
depan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga pesan penting kepada para mahasiswa.
Pertama, mengganti kritik dengan kontribusi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya
menunjukkan kekurangan dalam organisasi, tetapi juga berani menghadirkan
solusi. “Jika kalian melihat ada lubang, jangan hanya ditunjuk, tetapi cobalah
ditambal. Itulah karakter pemimpin sejati,” tegasnya.
Kedua, mahasiswa diminta untuk fokus pada penguatan kapasitas diri.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya tentang jabatan, tetapi tentang kemampuan
dan kesiapan diri. Oleh karena itu, masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk
belajar, mencoba, bahkan gagal, lalu bangkit kembali sebagai bagian dari proses
pembentukan karakter.
Ketiga, ia mengajak mahasiswa untuk selalu melakukan yang terbaik dalam
setiap tugas yang diemban. Disiplin dan kemampuan memimpin diri sendiri menjadi
dasar utama sebelum seseorang mampu memimpin orang lain dengan bijaksana.
Dalam penutup sambutannya, Wakil Dekan III menegaskan bahwa menjadi
pengkritik adalah hal yang mudah, tetapi menjadi bagian dari solusi adalah
sesuatu yang lebih mulia. Ia pun mengajak mahasiswa untuk berhenti mencari
kesalahan dan mulai menjadi alasan mengapa organisasi dan institusi dapat
berkembang menjadi lebih baik.
Suasana pembukaan kegiatan semakin hangat ketika ia menutup sambutannya
dengan pantun yang sarat makna tentang kepemimpinan dan kesederhanaan.
Pergi ke sawah
membawa bekal,
Duduk istirahat di bawah pohon mahoni.
Bukan jabatan yang membuat kekal,
Tapi sikap bersahaja yang menyentuh nurani.
Memasang pukat
di tepi dermaga,
Ikan didapat dimasak bersama.
Pemimpin bersahaja menjaga lembaga,
Mengutamakan kepentingan bersama di atas segalanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa
dalam mengembangkan kepemimpinan, memperkuat solidaritas organisasi, serta
menumbuhkan semangat kontribusi positif bagi kemajuan Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Alauddin Makassar.