Makassar, 18 September 2026 — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar menerima kunjungan Atase Agama Arab Saudi, Syekh Ahmad Essa Al-Hazimi, dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang penguatan kerja sama di bidang pendidikan, akademik, dan pengembangan wawasan keislaman.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi FSH UIN Alauddin Makassar dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dengan lembaga dan institusi pendidikan di Arab Saudi. Pertemuan juga menjadi ruang dialog mengenai pengembangan pendidikan Islam, integrasi ilmu keagamaan dan keilmuan profesional, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Kehadiran Syekh Ahmad Essa Al-Hazimi disambut oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A., bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika FSH.
Perkuat Hubungan Akademik Indonesia–Arab Saudi
Dalam pertemuan tersebut, Syekh Ahmad Essa Al-Hazimi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik serta ukhuwah Islamiah antara Indonesia dan Arab Saudi.
Sejumlah peluang kerja sama strategis turut menjadi pembahasan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pertukaran akademik, pengembangan jejaring kelembagaan, serta kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika kedua negara.
Bagi FSH UIN Alauddin Makassar, penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari upaya mendorong fakultas menjadi pusat pengkajian dan transformasi hukum Islam yang terintegrasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat global.
Integrasi Ilmu Agama dan Keahlian Profesional
Salah satu pokok penting dalam dialog tersebut adalah pentingnya membangun integrasi antara ilmu agama dan kompetensi profesional.
Syekh Ahmad Essa Al-Hazimi menyampaikan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan keahlian profesional perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama, akhlak, amanah, dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, setiap profesi memiliki dimensi moral yang perlu menjadi bagian dari proses pendidikan. Seorang dokter, misalnya, tidak hanya membutuhkan kompetensi medis, tetapi juga kejujuran dan amanah dalam menjaga hak serta privasi pasien. Demikian pula seorang insinyur dituntut memiliki profesionalisme dan tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat.
Dalam konteks bidang ekonomi, pemahaman terhadap prinsip-prinsip muamalah juga menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Pesan tersebut memiliki relevansi dengan visi pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab moral lulusan.
Penguatan Moderasi Beragama di Era Digital
Pertemuan juga menyinggung tantangan mahasiswa dan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan media digital.
Arus informasi yang semakin cepat membutuhkan kemampuan literasi yang baik agar mahasiswa mampu memilah informasi, memahami perbedaan pandangan, serta mengembangkan sikap yang terbuka dan bertanggung jawab.
Dalam konteks tersebut, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting dari pendidikan. Moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama diwujudkan dalam sikap toleran, adil, menghargai perbedaan, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Bagi Fakultas Syariah dan Hukum, tema tersebut memiliki relevansi yang kuat karena mahasiswa dipersiapkan tidak hanya menjadi insan akademik, tetapi juga calon profesional dan praktisi hukum yang memiliki integritas serta kemampuan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Membuka Peluang Kolaborasi Internasional
Kunjungan Atase Agama Arab Saudi diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai bentuk kolaborasi antara FSH UIN Alauddin Makassar dengan institusi pendidikan dan lembaga terkait di Arab Saudi.
Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran akademik, seminar internasional, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Penguatan jejaring internasional tersebut sejalan dengan arah pengembangan FSH UIN Alauddin Makassar sebagai fakultas yang memiliki orientasi global. Saat ini FSH menaungi enam program studi, yaitu Ilmu Falak, Hukum Ekonomi Syariah, Perbandingan Mazhab dan Hukum, Hukum Keluarga Islam, Ilmu Hukum, serta Hukum Tata Negara.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat hubungan yang sebelumnya telah terbangun melalui berbagai kegiatan akademik dan keagamaan antara sivitas akademika FSH UIN Alauddin Makassar dengan mitra dari Arab Saudi. Pada Juli 2026, Dekan FSH UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, juga mendapat kehormatan mengikuti Program Umrah Tamu Penjaga Dua Masjid Suci yang diselenggarakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
FSH UIN Alauddin Makassar Terus Perluas Jejaring Global
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar berkomitmen untuk terus memperluas jejaring akademik nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan Atase Agama Arab Saudi menjadi salah satu momentum strategis untuk memperkuat diplomasi akademik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Melalui kerja sama internasional, FSH UIN Alauddin Makassar diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan hukum dan syariah yang unggul, berintegritas, responsif terhadap perkembangan zaman, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang moderat dan berwawasan global.