Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Gelar Sulsel Expo 2026, Kanwil Kemenhaj Dorong Penguatan UMKM dan Ekosistem Haji-Umrah di Gowa : Akademisi UIN Alauddin Turut Hadir

Gelar Sulsel Expo 2026, Kanwil Kemenhaj Dorong Penguatan UMKM dan Ekosistem Haji-Umrah di Gowa : Akademisi UIN Alauddin Turut Hadir

SUNGGUMINASA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji Umrah Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka Sulsel Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Lapangan Hasanuddin, Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Pembukaan kegiatan akbar ini berlangsung meriah pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, dengan dihadiri oleh jajaran pejabat pusat, daerah, akademisi, serta ribuan pimpinan dan petugas perhajian.

Acara ini dihadiri langsung oleh Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenag RI ( P2EHU ): Prof.Dr.Jenal Arifin, M.Ag Asisten 1 Pemerintah Provinsi Sulsel Dr.dr. ihsan Iskandar,  Ketua MUI Sulsel Prof.Dr.AGH.Najmuddin As Shafa, MA sebagai Pembaca Doa, Plt Bupati Gowa : H. Darmawansah Muin,  Rektor UIN Alauddin Makassar : Prof. Dr H. Hamdan Juhannis, MA. Tampak hadir pula Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel : H.Ikbal.Ismail MA beserta jajaran pimpinan dari kabupaten/kota, serta para petugas haji lintas angkatan tahun 2022–2026. Di antara para undangan, hadir tokoh akademisi seperti Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI (Ketua Prodi Hukum Tata Negara FSH UIN Alauddin Makassar/ Petugas Bimbad PPIH Kloter Tahun 2022) dan Dr. Hj. Haniah, Lc., MA (Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar/ Petugas Bimbad Koter Tahun 2026), berdampingan dengan para 200 pelaku  UMKM dan tamu undangan lainnya.

Kepala Kanwil Haji.Umrah Sul.Sel dalam laporannya menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi dengan daftar tunggu (waiting list) dan antusiasme ibadah haji maupun umrah terbesar di Indonesia. Besarnya perputaran ekonomi dan interaksi sosial di sektor ini belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal dengan sektor ekonomi kerakyatan, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, Kanwil Kemenag Sulsel menginisiasi pameran ini sebagai jembatan kemitraan strategis guna menyatukan seluruh elemen pendukung perhajian dan ekonomi umat dalam satu wadah.


Kegiatan ini menjadi sangat mendesak (urgent) mengingat ekosistem haji dan umrah saat ini dituntut untuk tidak hanya sukses secara prosedural ibadah, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan ekonomi domestik. Melalui keterlibatan para akademisi dari UIN Alauddin Makassar, expo ini juga menjadi penting untuk melahirkan kajian tata kelola (governance) yang lebih modern serta pendekatan bahasa dan budaya yang inklusif bagi pelayanan jemaah. Jika ekosistem ini mandiri dan ditopang oleh UMKM yang kuat, perputaran uang jemaah akan kembali memakmurkan daerah asal.

Sambutan Dirjen P2EHU menyampaikan bahwa Fokus Tugas kepemimpinannya di Ditjen PE2HU, adalah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan penyelenggaraan haji memberikan dampak ekonomi yang berputar kembali ke tanah air. Fokus utamanya meliputi:
• Rantai Pasok domestik: Mendorong ekspor komoditas lokal Indonesia ke Arab Saudi (seperti beras, produk perikanan, dan makanan olahan) untuk konsumsi jemaah haji.
• Pemberdayaan UMKM: Membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk lokal, koperasi, dan usaha mikro agar dapat terserap ke dalam ekosistem kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah.
• Kolaborasi Multisektoral: Menggandeng pemerintah daerah, asosiasi travel, dan universitas untuk membangun standar layanan keagamaan yang modern dan bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat luas.


Sedangkan urgensi dari kegiatan ini, di antaranya :
.     Sinergi Multisektoral: Mempertemukan para regulator, petugas haji lintas angkatan, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat kualitas layanan haji dan umrah.
• Pemberdayaan Ekonomi Umat: Memberikan panggung bagi pelaku UMKM lokal agar produk-produk mereka dapat diserap oleh ekosistem haji dan umrah (seperti kebutuhan logistik jemaah, oleh-oleh, dan atribut travel).
• Konsolidasi dan Evaluasi: Menjadi momentum reuni sekaligus konsolidasi bagi para petugas haji periode 2022–2026 demi peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di masa depan.#AMA.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261017_202855_787.sdocx-->