Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Implementasi Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa HKI Jadi Imam Shalat Tarawih dari Tingkat Daerah hingga Nasional

Implementasi Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa HKI Jadi Imam Shalat Tarawih dari Tingkat Daerah hingga Nasional

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam pengabdian kepada masyarakat di momen bulan suci Ramadhan. Sejumlah mahasiswa terpilih diterjunkan langsung ke tengah umat untuk menjadi Imam Sholat Tarwih, mulai dari tingkat reguler di pelosok daerah hingga dipercaya memimpin di tingkat nasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya program studi dalam mengasah kompetensi religius sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antara akademisi dan masyarakat luas melalui syiar Islam yang menyejukkan.

Beberapa mahasiswa angkatan 2025 tercatat aktif mengambil peran strategis sebagai garda terdepan di berbagai kabupaten. Nur Qalbi mengabdikan diri dengan menjadi Imam Sholat Tarwih di Kabupaten Bulukumba, sementara Ahmad Yusuf Nurdin membawa kekhusyukan ibadah bagi masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Selain itu, Riswandi Efendi melaksanakan tugas mulianya di Kabupaten Bone, dan Muhammad Fauzi Ramadhani turut berkhidmat bagi jemaah di Kabupaten Sidrap. Kehadiran mereka membuktikan bahwa mahasiswa HKI memiliki kapabilitas spiritual yang mumpuni untuk memimpin ibadah di tengah publik.

Tidak hanya angkatan muda, mahasiswa senior pun turut ambil bagian dalam syiar Ramadhan kali ini dengan penuh dedikasi. Muh. Fathul Mubarak, mahasiswa angkatan 2024, dipercaya untuk menjadi Imam Sholat Tarwih bagi masyarakat di Kabupaten Bantaeng. Tak kalah membanggakan, delegasi mahasiswa juga menjangkau wilayah lainnya guna memastikan syiar keagamaan tetap hidup, seperti Muhammad Nur Hayuddin Haidar yang menjalankan tugas pengabdiannya di Kabupaten Laratungka. Penempatan ini menunjukkan distribusi peran mahasiswa yang merata demi menyentuh berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah.

Kegiatan menjadi Imam Sholat Tarwih ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk implementasi dari keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah. Mahasiswa dituntut tidak hanya fasih secara bacaan, tetapi juga harus memiliki ketahanan mental dan adab yang baik saat berinteraksi langsung dengan para jemaah. Melalui program pengabdian ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sosial keagamaan di lapangan, yang nantinya akan menjadi modal berharga saat mereka terjun sepenuhnya ke dunia profesi hukum Islam dan kemasyarakatan.

Pihak Program Studi Hukum Keluarga Islam memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberanian dan dedikasi para mahasiswa tersebut. Pengabdian dalam menjadi Imam Sholat Tarwih ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan yang semakin berkualitas di masa mendatang. Dengan semangat pengabdian tanpa batas, keberadaan mereka di berbagai kabupaten diharapkan dapat membawa keberkahan serta memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama di tengah hangatnya suasana bulan suci Ramadhan.