Program
Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam
pengabdian kepada masyarakat di momen bulan suci Ramadhan. Sejumlah mahasiswa
terpilih diterjunkan langsung ke tengah umat untuk menjadi Imam Sholat Tarwih,
mulai dari tingkat reguler di pelosok daerah hingga dipercaya memimpin di
tingkat nasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya program studi dalam
mengasah kompetensi religius sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antara
akademisi dan masyarakat luas melalui syiar Islam yang menyejukkan.
Beberapa
mahasiswa angkatan 2025 tercatat aktif mengambil peran strategis sebagai garda
terdepan di berbagai kabupaten. Nur Qalbi mengabdikan diri dengan menjadi Imam
Sholat Tarwih di Kabupaten Bulukumba, sementara Ahmad Yusuf Nurdin membawa
kekhusyukan ibadah bagi masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Selain itu, Riswandi Efendi melaksanakan tugas mulianya di Kabupaten Bone, dan
Muhammad Fauzi Ramadhani turut berkhidmat bagi jemaah di Kabupaten Sidrap.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa mahasiswa HKI memiliki kapabilitas spiritual
yang mumpuni untuk memimpin ibadah di tengah publik.
Tidak
hanya angkatan muda, mahasiswa senior pun turut ambil bagian dalam syiar
Ramadhan kali ini dengan penuh dedikasi. Muh. Fathul Mubarak, mahasiswa
angkatan 2024, dipercaya untuk menjadi Imam Sholat Tarwih bagi masyarakat di
Kabupaten Bantaeng. Tak kalah membanggakan, delegasi mahasiswa juga menjangkau
wilayah lainnya guna memastikan syiar keagamaan tetap hidup, seperti Muhammad
Nur Hayuddin Haidar yang menjalankan tugas pengabdiannya di Kabupaten
Laratungka. Penempatan ini menunjukkan distribusi peran mahasiswa yang merata
demi menyentuh berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah.
Kegiatan
menjadi Imam Sholat Tarwih ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk
implementasi dari keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah. Mahasiswa dituntut
tidak hanya fasih secara bacaan, tetapi juga harus memiliki ketahanan mental
dan adab yang baik saat berinteraksi langsung dengan para jemaah. Melalui
program pengabdian ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sosial
keagamaan di lapangan, yang nantinya akan menjadi modal berharga saat mereka
terjun sepenuhnya ke dunia profesi hukum Islam dan kemasyarakatan.
Pihak
Program Studi Hukum Keluarga Islam memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya
atas keberanian dan dedikasi para mahasiswa tersebut. Pengabdian dalam menjadi
Imam Sholat Tarwih ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi
tahunan yang semakin berkualitas di masa mendatang. Dengan semangat pengabdian
tanpa batas, keberadaan mereka di berbagai kabupaten diharapkan dapat membawa
keberkahan serta memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama di tengah hangatnya
suasana bulan suci Ramadhan.