Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dari Masjid hingga Madrasah: Prodi Hukum Tatanegara UIN Makassar Mengabdi di Bulukumba–Sinjai

Dari Masjid hingga Madrasah: Prodi Hukum Tatanegara UIN Makassar Mengabdi di Bulukumba–Sinjai

Dari Masjid hingga Madrasah: Prodi Hukum Tatanegara UIN Makassar Mengabdi di Bulukumba–Sinjai

Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran kampus di luar ruang akademik, menghadirkan dosen dan mahasiswa untuk berbagi ilmu, nilai, dan kepedulian sosial kepada masyarakat dan generasi muda.

Pengabdian ini dilakukan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan tujuan memperkuat kesadaran hukum, keagamaan, dan kebangsaan masyarakat melalui pendekatan Siyasah Syar’iyyah. Melalui kegiatan ini, Prodi Hukum Tatanegara ingin menegaskan bahwa ilmu hukum dan keislaman harus hadir secara membumi dan aplikatif dalam kehidupan sosial.

Rangkaian kegiatan diawali di Masjid Lembah Suci, Desa Baji Minasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, pada waktu subuh. Dalam suasana religius yang khusyuk, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syafiq Ramdan, mahasiswa Prodi Hukum Tatanegara, membuka kegiatan Tarhib Ramadan yang mengangkat tema Ukhuwah Wathaniyyah dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah.

Kepala Program Studi Hukum Tatanegara, Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI, dalam tausiyahnya mengajak jamaah memaknai Ramadan sebagai momentum spiritual sekaligus sosial. Ia menegaskan bahwa persiapan menyambut bulan suci harus berjalan seiring dengan penguatan persaudaraan kebangsaan dan komitmen menjaga keadilan sosial.

Kegiatan pengabdian kemudian berlanjut di Madrasah Aliyah Darussalam Pattalassang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, dengan sasaran siswa kelas XI dan XII. Di hadapan para pelajar, para dosen menghadirkan materi penyuluhan hukum yang dikemas dialogis dan relevan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Materi awal disampaikan oleh Prof. Dr. Kurniati, M.HI dan Dr. Hj. Rahmiati, S.Pd., M.Pd, yang mengulas perlindungan perempuan dan anak dalam perspektif Hukum Islam. Melalui pemaparan yang kontekstual, siswa diajak memahami bahwa Islam menempatkan perlindungan terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial bersama.

Isu Perlindungan hak konstitusional di bidang agama kemudian disampaikan oleh Dr. Budiarti A. S.H.,M.H, Nur Kholiq Majid, S.H.,M.H dan Tarmizi, S.H., M.H, dengan mahasiswa Prodi Hukum Tatanegara bertindak sebagai moderator. Diskusi ini membuka wawasan siswa tentang jaminan kebebasan beragama serta pentingnya sikap toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembahasan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Achmad Abubakar, M.Ag yang menekankan pemenuhan hak dasar pendidikan keagamaan, khususnya baca tulis Al-Qur’an, sebagai fondasi pembentukan karakter. Materi ini diperkaya dengan dialog interaktif yang dipandu oleh mahasiswi Prodi Hukum Tatanegara sebagai moderator.

Dimensi hukum positif dikaji melalui materi paradigma baru perlindungan anak pasca perubahan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang disampaikan oleh Dea Larissa, S.H., M.H, Dr. Basyirah Mustarin, S.H., M.H, dan Dr. Zakirah, S.H.I., M.HI. Siswa diajak memahami bahwa hukum harus berpihak pada kepentingan terbaik anak dan menjamin masa depan mereka.

Menelusuri persoalan HAM versus KAM dalam KUHP Indonesia No. 1  Tahun 2023 Perspektif Siyasah Syar’iyyah penting memahami bahwa hukum yang baik adalah hukum yang adil, melindungi masyarakat, dan tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang di sampaikan Oleh Prof. Dr.H. Sabri Samin, M.Ag dan Inda Sari Palinrungi, S.H.,M.H

Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi tentang peran generasi muda dalam kepemimpinan serta etika penegak hukum dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah yang disampaikan oleh Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI dan Dr. Hisbullah, S.H., M.H. Dengan pendampingan mahasiswa dan mahasiswi sebagai moderator, kegiatan ini menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang berintegritas, beretika, dan berorientasi pada keadilan.