Makassar — Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.HI., menjadi narasumber dalam kegiatan bedah buku “Puasa Sebagai Terapi Otak: Perspektif Neurorestorasi Modern dalam Penyakit Neurologis” yang digelar di Multi Function Room, Perumahan CitraLand Tallasa City, Makassar, Ahad (8/3/2026) bertepatan dengan 18 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi sebagai narasumber dan pembahas, di antaranya Dr. dr. Jumraini Tammasse, Sp.S., Subsp.NRE(K) selaku penulis buku, serta Dr. Andi Muhammad Akmal sebagai penulis sekaligus Kaprodi HTN UIN Alauddin Makassar. Selain itu, turut hadir Prof. dr. Muhammad Akbar, Ph.D, Sp.N(K), Subsp.NIOO(K), DFM sebagai pembahas dari perspektif ilmiah, dan Prof. Dr. Sukardi Weda sebagai pembahas dari perspektif nilai dan etika, dengan moderator Dr. dr. Fitriah Zainuddin, M.Kes.
Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Dr. Andi Muhammad Akmal menekankan pentingnya integrasi antara sains dan Islam dalam memahami ibadah puasa. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya dipahami sebagai amalan ritual, tetapi juga memiliki dimensi kesehatan yang signifikan, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan fungsi otak.
Menurutnya, puasa berperan sebagai proses neurorestorasi, yakni pemulihan dan penguatan sistem saraf melalui mekanisme biologis seperti autophagy, peningkatan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), serta pengendalian hormon stres. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
“Puasa bukan sekadar ibadah, tetapi juga merupakan sistem perawatan akal secara menyeluruh yang menjaga keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan pikiran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, puasa berfungsi menjaga akal (hifz al-‘aql), yang merupakan salah satu tujuan utama syariat. Puasa melatih pengendalian diri, memperkuat kesadaran, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan.
Kegiatan bedah buku ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk dosen, residen dokter neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, praktisi kesehatan, serta tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkaya wawasan masyarakat mengenai manfaat puasa tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari perspektif kesehatan dan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat integrasi antara nilai-nilai Islam dan sains modern.