[Samata, Sungguminasa] – Dalam rangka menyambut implementasi kurikulum baru yang adaptif dan bermutu, Komite Penjaminan Mutu (KPM) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin bersama Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Program Studi Hukum Tata Negara (HTN / Siyasah Syar’iyyah) sukses menyelenggarakan kegiatan Validasi CPL, CPMK, dan Sub-CPMK Kurikulum 2026. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Ruang Senat Fakultas Syariah Hukum UINAM.
Acara krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Dekan 3 : Prof.Dr.Hj. Rahmatiah HL, M.Pd., Ketua Prodi HTN : Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag.M.H.I, Sek.Prodi : Dr. Hisbullah, SH.MH, Ketua KPM Fakultas : H. Zulkifli Al Amin, Lc.MH, Ketua GPM Prodi HTN.: Nur Cholik Majid, SH.MH, para Guru Besar, serta jajaran Dosen Tetap Program Studi (DTPS) HTN. Kehadiran para pakar dan Dosen ini bertujuan untuk memastikan setiap komponen rancangan pembelajaran memiliki fondasi akademik yang kokoh.
Kolaborasi Penjaminan Mutu: Tugas KPM dan GPM
Kegiatan validasi ini menjadi wujud nyata dari koordinasi penjaminan mutu di lingkungan Fakultas Syariah Hukum, kampus UIN Alauddin Makassar
• KPM tingkat Fakultas bertugas mengawal standardisasi mutu makro, mensinkronisasikan kebijakan kurikulum agar selaras dengan visi-misi fakultas, serta memastikan instrumen evaluasi memenuhi standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
• GPM tingkat Prodi HTN, sebagai pelaksana taktis di garda depan, bertugas memetakan detail keilmuan ketatanegaraan Islam, memverifikasi kesesuaian capaian tiap mata kuliah, dan menata basis data kurikulum agar siap diimplementasikan secara operasional oleh para dosen pengampu.
Tujuan dan Urgensi Validasi Kurikulum 2026
Ketua KPM FSH UINAM menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah melahirkan framework pendidikan berbasis luaran (Outcome-Based Education / OBE) yang presisi. Validasi ini memastikan adanya benang merah yang logis: Sub-CPMK (tahapan belajar mingguan) harus mampu menopang CPMK (capaian mata kuliah), yang pada akhirnya secara akumulatif membentuk Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang unggul dan kompetitif di dunia kerja.Urgensi dari validasi ini terbilang sangat tinggi. Selain untuk menghindari malpraktik kurikulum—seperti adanya tumpang tindih (overlapping) atau kekosongan materi kajian antar-mata kuliah—kegiatan ini merupakan langkah preventif strategis demi kesiapan akreditasi program studi. Melalui keterlibatan aktif para Guru Besar dan DTPS HTN, Kurikulum 2026 yang disahkan tidak hanya memenuhi regulasi standar nasional, melainkan juga memiliki keabsahan ilmiah yang tinggi dan kontekstual terhadap kebutuhan hukum masyarakat saat ini.
Acara diakhiri dengan penyusunan validasi instrumen kurikulum, yang menandai kesiapan penuh Prodi HTN (Siyasah Syar'iyyah) dalam melaksanakan amanah ademik dengan kurikulum yang lebih segar, terukur, dan bermutu tinggi.#AMA
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_261022_055738_382.sdocx-->